Gandeng DLH SLeman MAN 4 Sleman menuju adiwiyata propinsi

21 Februari 2020 - 09:37:16 Posted by admin / Kategori : Berita / Hits : 37
Gandeng DLH SLeman MAN 4 Sleman menuju adiwiyata propinsi

Sleman (MAN 4 Sleman) - Sampah yang ada di sekitar kita bisa menimbulkan penyakit, lingkungan tidak bersih dan tidak higienis sehingga mudah menyebarkan penyakit.  Demikian halnya jika kita mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak higienis akan virus yang mengancam manusi.  “Penting bagi setiap lembaga untuk menciptakan lingkungan yanga bersih dan sehat.  Setiap warga madrasah harus peduli dengan menjaga lingkungan.  Mulai dari, pengelola kantin, penjaga keamaanan hingga guru dan pegawai. Semua harus berpacu dalam prestasi.  Prestasi lembaga untuk memperoleh nilai A hingga adiwiyata mandiri,” pesan Mohamad Yusuf,S.Ag kepala MAN 4 Sleman saat mengantarkan acara pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupten Sleman Senin (10/02/2020) di aula setempat.

Adiwiyata bukanlah lomba memperebutkan kemenangan, namun lebih pada pembiasaan untuk peduli terhadap lingkungan.  Pembiasaan yang dilakukan warga secara  sadar dan terus menerus akan menjadi sebuah karakter warga.  Kampanye pembiasaan dengan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan (GPBL).  “Warga madrasah mempunyai kewajiban untuk menjaga lingkungan, berpartisipasi aktif untuk merawatnya terus menerus dan berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan indah dan nyaman untuk belajar dan bekerja.  Semua dimulai dari diri,” kata Mustika Dewi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman saat memberikan pembinaan. 

Kegiatan diikuti seluruh guru, pegawai hingga pengelola kantin, sebagai langkah lanjutan sukses Adiwiyata provinsi.  “Sampah plastic tidak bisa terurai, sehingga penggunaannya harus diminimalisir.  Dimulai dari pengelola kantin tidak menyediakan dagangan berbungkus plastic.  Warga madrasah dibiasakan untuk membawa bekal dan wadah makanan sehingga tidak menambah volume plastic di madraah,” terang Nur Partiningsih dari DLH.  Pembakaran sampah plastic tidak direkomedasikan karena selain memicu berbagai macam penyakit seperti kanker, juga menambah panas bumi, tegas Nur.

Sementara kepala Manesa menegaskan lingkungan asri dan nyaman akan menarik banyak peserta didik baru untuk belajar.  Untuk menciptakan keasrian, kenyamanan baik secara fisik maupun social dibutuhkan partisipasi dan tekad semangat kemauan seluruh madrasah untuk mewujudkan.  Adiwiyata merupakan pembiasaan yang baik untuk mewududkan madrasah bersih indah nyaman dan asri sebagai surga untuk belajar, tandas Yusuf.   “Kita sangat merindukan madraah yang bersih, hijau, indah nyaman, seluruh warganya ramah, santun dan peduli.  Dengan kondisi itu semua warga betah sehingga madrasah sebagai rumah kedua,” pungkasnya. (eds/Fh)


Info Terkait


Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • Website
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 138 + 1 = ?
Banner
nama
brand
adiwiyata
akreditasi sekolah
akreditasi perpustakaan
Statistik Member
Member:3 Orang
Member Aktif:3 Orang
Member Baru Hari Ini:0 Orang
Statistik Pengunjung
Pengunjung Online:1
Total Pengunjung:28138
Total Hits:79523